Saturday, 26 November 2011

Ternyata Telepon Itu Penyebab Jerawat

Merawat adalah masalah kulit yang paling umum. Bukan hanya merusak penampilan, tapi juga berpotensi memicu krisis kepercayaan diri.  Selain pengobatan, kita perlu mengidentifikasi pemicu munculnya jerawat sebagai langkah pencegahan.
Berikut ini adalah tujuh penyebab munculnya jerawat yang perlu kita ketahui.
Hormon
Jika jerawat muncul setiap bulannya dan secara berkala, kemungkinan besar hal itu disebabkan oleh hormon. Fluktuasi kadar hormon selama siklus menstruasi, adalah pemicu munculnya jerawat.
Stres
Ketika kita merasa stress, jangan hewan jika jerawat tumbuh dalam jumlah besar. Selama mendapatkan tekanan psikologis, tubuh akan memproduksi lebih banyak hormon androgen yang memicu pertumbuhan jerawat.
Telepon
Apakah kita sering menerima panggilan telepon? Telepon sering kotor dan terkontaminasi dengan banyak bakteri. Sering menggunakan telepon dalam waktu yang lama dapat mengiritasi kulit pipi. Efeknya adalah jerawat muncul karena bakteri mudah tumbuh pada pipi yang menempel di ujung telepon.
Krim pelembab
Pastikan krim yang dipakai sehari-hari cocok dengan jenis kulit kita. Menggunakan krim pelembab yang tidak sesuai dengan jenis kulit merupakan pemicu potensial tumbuhnya jerawat dan penyebab peradangan kulit.
Matahari
Sinar matahari dapat membuat kulit menebal. Penebalan ini menyebabkan penyumbatan pori-pori sehingga terbentuklah jerawat.
Kosmetik berpigmen
Kosmetik yang mengandung pigmen warna yang tinggi juga bisa menyumbat pori-pori dan menyebabkan jerawat. Cobalah untuk menggunakan kosmetik mineral dekoratif, karena tidak mengandung pigmen tinggi.
Sabun muka
Fungsi sabun muka adalah membersihkan kotoran dari wajah kita. Namun pada beberapa sabun muka, melekat pada pori-pori dan menyebabkan penyumbatan yang pada akhirnya memicu pertumbuhan jerawat.
Bila kita bisa mencegah timbulnya jerawat, maka muka akan bersih dan kepercayaan diri pun akan hadir kembali.

Tips Kurangi Sakit Saat ‘Waxing’

Pembicaraan wanita seputar waxing (mencabut bulu tubuh) selalu menyebut-nyebut soal rasa sakit. Proses waxing, menarik bulu-bulu dari kulit dengan bantuan lilin, memang sering dibayangkan sebagai proses yang menyakitkan. Tak sepenuhnya salah, tapi tentu ada cara untuk mengatasi dan menguranginya.

Waktu yang tepat
Pemilihan waktu yang tepat bisa membantu mengurangi rasa sakit saat waxing. Dua-tiga hari menjelang dan sesudah menstruasi, kulit menjadi lebih sensitif jadi hindari waxing. Tentunya hindari juga waxing pada saat menstruasi karena beberapa bagian tubuh bisa menjadi lebih sensitif.

Jangan gunakan pelembap
Pada hari Anda melakukan waxing, jangan gunakan pelembap pada bagian yang dicabut bulunya. Kulit yang lembap akan membuat bulu-bulu melekat dan sulit dicabut. Akibatnya, bisa jadi waxing harus dilakukan berulang kali pada tempat yang sama sehingga menimbulkan rasa sakit lebih dan iritasi kulit. Usahakan area yang bulunya akan dicabut dalam keadaan kering sehingga mempermudah proses.

Gangguan Kulit
Hindari waxing pada area yang terdapat jerawat atau luka. Tunggu hingga jerawat, luka, atau gangguan kulit lainnya sembuh sempurna sebelum melakukan pencabutan bulu. Kontak antara lilin yang lengket dengan kulit pada saat dicabut bisa membuat luka atau infeksi kulit yang sudah ada menjadi lebih buruk.

Scrub
Menggosok kulit dengan scrub sebelum waxing bisa membantu membuka pori-pori. Diharapkan pori-pori kulit yang sedikit terbuka bisa membantu memuluskan proses pencabutan bulu.

Pengurang rasa sakit
Beberapa wanita sering meminum obat penghilang rasa sakit ringan 30-60 menit sebelum waxing. Umumnya hal ini dilakukan ketika melakukan mencabut bulu di area sensitif. Sebaiknya konsultasikan dengan ahli kesehatan untuk memastikan obat penghilang rasa sakit yang sesuai dengan kondisi tubuh Anda.

Salon khusus
Salah satu hal penting yang menentukan sakit atau tidaknya proses waxing Anda adalah sang terapis dan metode yang digunakan. Beberapa salon khusus waxing menawarkan berbagai metode yang bisa mengurangi rasa sakit. Jika Anda waxing untuk pertama kali, sebaiknya pilih salon yang profesional dan banyak direkomendasikan. Jangan lupa perhatikan kebersihan. Pilih tempat yang tidak menggunakan stik pengoles lilin berulang kali karena berisiko menyebarkan kuman antara pelanggan.

Santai
Jika semua hal di atas sudah dipenuhi, maka hal terakhir yang bisa Anda lakukan adalah berusaha bersikap santai. Mendengarkan musik atau melakukan hal-hal yang akan mengalihkan perhatian Anda dari rasa sakit seperti membaca majalah atau browsing Internet bisa dilakukan. Tarik nafas dalam-dalam untuk membuat tubuh lebih rileks.


Tips: Untuk mencegah iritasi pasca waxing usahakan untuk tidak mengenakan pakaian ketat di area waxing, mandi air panas, terkena matahari langsung, dan hindari gesekan setidaknya sampai 48 jam setelah proses waxing. Setelah 3 hari, gunakan scrub di area yang dicabut bulunya untuk menghindari gatal akibat in-grown hair atau bulu yang tumbuh ke dalam sehingga menimbulkan iritasi.

FIRST POSTINGAN

hello holla halloooo dunia maya
pendatang baru di dunia blog nih... :))
udah lama pengen bikin blog tapi baru ada waktu *biasalah orang sibuk* haha :D
nantinya blog ini akan saya isi dengan cerita dan pengetahuan yang yah siapa tau bakal bermanfaat bagi kita semua :D
and now selamat berkunjung ke MY LIFE MY STORIES :)