Wednesday, 31 October 2012

Jangan Pergi Lagi, Bintang part 3

Malam ini mendung masih juga menyelimuti langit. Seolah akan mencegahku untuk mengutarakan isi hatiku pada bintang. Kuingat bahwa aku mempunyai sebuah bintang kertas yang dapat menemaniku mendengar keluh kesahku meski ku tahu kalau bintang kertas ini adalah benda mati yang tidak mungkin mendengarkan semua keluh kesahku hari ini.

            Bintang...kenapa tadi dia nggak masuk ? padahal aku begitu menyukai senyum yang dia punya. Dan apakah ucapan Salsa tadi adalah benar ? apakah aku benar-benar menyukainya ?
            Aku terdiam beberapa saat. Memandang langit yang tertutup mendung namun aku yakin dibaliknya terdapat bintang-bintang yang bersinar begitu terang. Sangat terang sehingga aku bisa melihatnya dari sini walau jarak aku dan bintang disana sangatlah jauh.
            Sudah dua hari ini Bintang tidak masuk sekolah karna sakit. Kali ini aku benar-benar kehilangan dia. Kini aku sadar kalau aku bukan hanya menyukainya namun aku telah jatuh cinta padanya. Malam ini mendung menghilang dari langit malam ini. Kini dapat kulihat ribuan bintang yang berkelap kelip diatas sana seolah menyapaku yang sedang duduk sendiri merindukan seseorang. Hpku kembali berdering. Received 1 message. Kuambil lalu kubuka. Ternyata dari nomor yang sama dengan nomor yang mengirimiku bintang kertas beberapa bulan yang lalu.
               Buka pintu rumahmu karna ada sesuatu untukmu.
Aku segera turun dan betapa kagetnya aku ketika melihat......
            “Bintang !!!” ucapku kaget
            “Naya....ini kubuatkan bintang kertas lagi. Biar bintangmu tidak hanya satu dan bintangmu tidak merasa kesepian,” jawab Bintang dengan sedikit tersenyum. Oh...Tuhan !! Apa benar ini....
            “Nay..Naya ?? Gimana kabarmu ? Apa kamu baik-baik aja ?” tanya Bintang sambil menepuk pundakku.
            “Iiiyya...aku baik-baik aja kok. Tapi darimana kamu tau...” belum selesai aku menjawab tiba-tiba Bintang berkata,” Naya...aku cuma pengen kamu tau kalau aku itu sayang sama kamu. Apa kamu mau menerimanya ?”
            Aku terdiam cukup lama lalu aku tersadar bahwa Bintang sedang menunggu jawaban dariku. Aku pun mengangguk dan Bintang pun tersenyum senang. “Ini satu lagi bintang kertas untukmu dan aku juga membuat dua bintang untukku sendiri. Jadi aku pegang 2 kamu pegang 2 biar kamu nggak merasa kesepian. Bintangku kuberi nama Naya. Agar aku dapat selalu mengingatmu dimana pun ku berada.”
            “Tapi darimana kamu tahu kalau aku suka dengan bintang ? dan darimana kamu tahu kalau aku tinggal disini ?”
            “Itu semua nggak penting, Nay. Yang paling penting kamu bahagia dan aku rela melakukan apapun asal kamu bahagia.”
            Aku merasa wajahku memerah dan tanpa kusadari ternyata malam semakin larut. Bintang pun menyadari hal itu dan dia segera berpamitan pulang.
***
 masih ada part 4nya, tunggu ya gak lama kok :D

Monday, 29 October 2012

curcolan malem sesudah tidur

hoooaaammmbb
mulai darimana ya? ngantuk bgt nih say, udah sempet tidur tapi kebangun dan jdnya pusing, migrain T.T
seandainya aku bisa tuli setiap malem dtg itu rasanya bahagia kali ya :)
bayangin aja say, tiap malem aku harus tidur diatas jam 12. bukan karna begadang ngerjain tugas atau telponan nyampe subuh tapiiii semua ini karna tetanggga di kos yang aku pikir ga ada pengertiannya.
aku itu capek, butuh tidur. okelah kalo mereka mau ngobrol, mau bercanda jg tapi tolong inget waktu lah. waktunya orang tidur malah pada ngobrol pada berisik. pengertiannya kek, tiap orang berbeda waktu tidurnya. mungkin mereka tidur di atas jam 12 karna mereka bangunnya siang tapi aku? aku nggak bisa bangun siang *gayanya* tapi ini beneran loh. sesiang2nya aku bangun itu jam 7. itupun kalo bangun jam segitu. biasanya jam 6 juga udah bangun. gara2 pgn itu *kebiasaan perut pagi2*
kayak anak kecil kalo aku bilang. mereka semuanya ky anak kecil. ok aku egois aku akuin emang aku egois tapiiiii tolong lah masa kudu aku terus yg tersiksa ky gini. ah entutlah gggrrrrrrrr

Friday, 26 October 2012


Sammy Simorangkir-Dia

Dia hanya dia di duniaku
Dia hanya dia di mataku
Dunia terasa telah menghilang
Tanpa ada dia di hidupku

Sungguh sebuah tanya yang terindah
Bagaimana dia merengkuh sadarku
Tak perlu ku bermimpi yang indah
Karena ada dia di hidupku
Ku ingin dia yang sempurna (yang sempurna)
Untuk diriku yang biasa (yang biasa)
Ku ingin hatinya, ku ingin cintanya
Ku ingin semua yang ada pada dirinya
Ku hanya manusia biasa (yang biasa)
Tuhan bantu ku tuk berubah (untuk berubah)
Tuk miliki dia, tuk bahagiakannya
Tuk menjadi seorang yang sempurna untuk dia
Ku ingin dia yang sempurna (yang sempurna)
Untuk diriku yang biasa


buat gebetan yang ga sadar kalau lagi di gebet (Adit)

Tuesday, 16 October 2012

curcol (lagi)

ya..cuma di sini di blog ini aku bisa leluasa mengungkapkan isi hati, perasaan yang aku rasain. sedih, senang, tawa, bahagia, bahkan air mata bisa tercurahkan disini di blog ini.
dan hari ini ceritanya lg sedih nih pren.
gimana ya ceritanya. bingung.
aku yang egois atau mereka? aku akui kalau aku egois tp apakah aku se-egois itu? sepertinya.......
jujur aku nggak kuat pren kayak gini terus, tersiksa batin, tekanan batin aku disini T.T
mau pindah tp ada beberapa alasan yg bikin berat tapi kalau nggak pindaaahh..........
aku nggak mau ngungkapin alasan itu karna buat aku itu cuma sebuah alasan.
gimana sih pren rasanya dicuekin, dijauhin dan dianggap gak ada? sakit sakit kan pastinya
itu tepatnya hal yang aku rasain saat ini. dulu sempet deket tp sekarang? entahlah..dia ngejauh tiba-tiba. bukan dia tp mereka, aku nggak mau nyebutin nama ataupun inisial. biar mereka sendiri yg menafsirkan semuanya. menguji kepekaan perasaan mereka.
yang satu teman satu kelas (dulu smt 1), kita kenal waktu ospek di kampus pusat. awalnya aku anggep dia sbg adik, sahabat yg slalu ada disaat aku sedih atau senang, tp nyatanya skrg? semua berubah...entah apa yg membuatnya berubah, hanya dia dan sang illahi yg tau. aku nggak mau ngejelek2in dia. biar dia sendiri yang menilai. dia udah dewasa, udah bisa menilai mana yg baik mana yg buruk.
yg 2 lagi, satunya. dulu kemana2 sama aku tp sekarang? dia sibuk sama temenku yg udah aku anggap sahabat bahkan bisa dibilang sodara.
satunya lg. dulu aku suka curhat sama dia. cerita sama dia. apa yg aku rasain dia tau tp sekarang?
mungkin ini semua masalah waktu. adanya kejadian ini ngebuat aku belajar kalau "JANGAN TERLALU DEKAT DENGAN ORANG LAIN, KARNA SEMAKIN KITA DEKAT MAKA AKAN SEMAKIN JAUH PULA KITA DENGAN ORANG ITU."
aku memang bukan orang baik, aku punya bnyk kekurangan drpd kelebihan tp aku juga punya perasaan. perasaan sebagai manusia yg nggak bisa lepas dr orang lain. tapi bukan ini yg aku harapkan. kapan mereka sadar? kynya mereka nggak akan sadar dg sikap mereka. kurang baik apa aku slama ini ya Allah :'( aku nggak mengharap balas budi atau apapun itu namanya tp aku cuma mau minta tolong tolong hargai aku, hargai perasaan aku, coba kalau mereka diposisi ini, coba, coba, rasakan gimana rasanya.
dan
semenjak disini aku jd pribadi yg lebih diam drpd dulu. aku tau ini bukan aku. bukan aku yang sebenarnya. mana aku yang cerewet? mana aku yg suka ketawa? aku kangen semua tu, aku kangen aku yang dulu, aku kangen cerewetnya aku dan aku kangen saat-saat aku ketawa. kemana semua itu?
kenapa semua ini mesti terjadi lagi? disaat aku sedang berjuang demi masa depanku. Ya Allah :'(
aku nggak marah sama mereka tapi aku marah dengan keadaan ini. keadaan yg nggak aku harapkan.
Ya Allah..beri hamba kesabaran, kemudahan untuk memaafkan kesalahan orang lain dan keteguhan hati untuk tetap di jalanmu, jalan yg Engkau ridhai..bantu hamba untuk mewujudkan impian hamba dan impian kedua orang tua hamba dan hamba harap sadarkanlah hati orang2 yg telah mendzalimi hati dan jiwa hamba. bantu hamba utk membuktikan kepada orang2 itu bahwa hamba mampu dan hamba bisa serta pertemukanlah hamba dg teman sejati dan sahabat sejati. amiiin ya rabbal'alamin :')

Thursday, 11 October 2012

curcolan biasa

mulai darimana yaaaa? bingung ._.
bingung nih beneran deh suer, bingung sama perasaanku sendiri >.<
jadi alkisah *ekhem, uhuk uhuk* aku tu entah suka apa nggak sama temen kuliah nih. nah dia itu anaknya *ngebayangin kris hatta yg di sinetron coboy junior* nah mukanya itu mirip-mirip gitu deh tp dia itu jerawatan di pipi kanan kiri. efek terlalu banyak mikir kali ya? entahlah hanya Allah swt dan dia yg tau *pasrah*. iya emang, dia itu anaknya pinter, lumayan tinggi, rajin sholat dan nggak ngrokok pula. perfecto sekali kan? :D (tipeku banget itu) itu yang bikin aku tertarik sama dia (emang tarik tambang pake tarik-tarikkan segala? :O)
TAAPPIIIIII...........
disini letak masalahnya. banyaaak banget yang sebel sama dia. dari mulai cowok hingga cewek. sepele sih masalahnya. cuma gara-gara dia sering banget nanya pas kuliah. jadi kalau dia nanya itu mimik muka semua mahasiswa yang sekelas bareng dia langsung berubah, dari yg seneng, biasa aja menjadi cemberut semua (termasuk aku pd awalnya) ya paling satu dua orang lah yang antusias apalagi kalo dia nanya pas udah mau pulang. beehhh nyebelin tu nyebelin apalagi nih kalo perut lg lapeeerrr bangeeett >.< tersiksa jiwa raga tauu. tapi gak tau kapan aku mulai tertarik sama dia. GJ. tau-tau udah tertarik. aku cerita nih ke temenku kalo aku naksir cowok nih di kampus. denger gitu dia langsung tanya, "siapa lan?" aku kasih tau dia kalo aku suka sama cowok itu DAN APA JAWABANNYA?
"SERIUUUSS LAAANN? YA AMPUN KOK BISA SIH? APANYA COBA? DIA KAN NYEBELIN!!!" tiap kali aku cerita ke satu orang mesti jawabannya sama. hampir 10 orang yg aku ceritain (temen2 deket) dan semuanya kasih jawaban gitu. 1 lagi dapet piring cantik lho -__-"
gara-gara itu tuh aku bingung. nyampe muncul pertanyaan loh di kepala dan itu bikin galau, pertanyaan itu tuh antara lain:
a. apa bener aku suka sama dia? beneran suka atau mengaggumi?
b. nggak keduanya tapi malah jadiin dia pelampiasan dari masa lalu?
c. dia suka nggak sama aku?
d. dia jomblo nggak atau dia lg naksir cewek lain nggak ya?
e. ngikutin kata temen apa kata hati nih?
f. dia kan sibuk, emang dia bisa perhatian sama aku, dia bisa nggak terlalu sibuk sama dunianya sendiri kalo kita jadian?
g. dia kan pinter, sering nanya, temen-temennya juga pinter nah aku? bknnya gak pinter tp kan lebih pinter dia drpd aku :(
h. dia kan putih nah aku? lumayan item tp nggak dekil loh tp suer dia itu putih kalo dikategoriin cowok terputih
i. (kayaknya sih) dia orangnya posesif deh, dia suka ngatur sedangkan aku kebalikannya
j. dia cerewet, banyak nanya, serius sedangkan aku?
k. emang dia beneran mau sama aku?

pokoknya apa yang ada di dalam dirinya dia itu hampir semua nggak aku banget. itu yg bikin aku gak kunjung deketin dia. tiap kali mau kenalan, takut semua yang ada dipikiranku itu bener. ada temennya dia, cowok bilang ke aku "kalo beneran mau ntar aku bantuin PDKT lan, serius" dalem hati "aku mau sih tapiii...(jawabannya itu berupa pertanyaan yg ada dipikiranku) "hatinya lg kosong tuh lan" iya kalo kosong, kalo dia naksir cewek lain, gimana coba?
tuh kaaannn.....jd inget kata ochi td siang "kamu tuh kalo beneran mau sm dia ya km tanya ke temennya tentang kehidupannya dia mulai dari dia lg naksir siapa, tipe ceweknya ky gimana, pokoknya tentang dia semua. kalo nggak gitu ntar km sakit hati lg loh kayak yg dulu." iya sih ci aku takutnya juga gitu tp aku aja masih punya banyak pertanyaan ttg dia dipikiranku *ngomong sendiri*
mau pdkt lewat twitter, aku aja nggak di follback follback sm dia, mau lewat fb dia aja jaraaannnggg banget mainan fb. nah aku kudu gimana biar bisa kenal, deket sama dia? sedangkan aku aja terkadang masih inget sama yg dulu. kata wiwit sih, "km itu sebenernya blm siap sakit hati lagi, blm siap buat ngebuka hati km buat yg lain" dipikir2 lagi emang bener sih kata wiwit, kata ochi tp gimana? bingung ._. disatu sisi aku pgn deket, kenal sama dia tp disisi lain apa yg dibilang wiwit, apa yang dibilang ochi dan apa yg ada di dalam pikiranku itu bener.
terus aku itu harus gimana? masa terus2an kayak gini? T.T gimana caranya giiimaaannaaa????? *teriak pake TOA* nyampe skrg belom nemu keputusan yg pasti buat ngatasin mslh itu. help me please T.T

Monday, 8 October 2012

Jangan Pergi Lagi, Bintang part 2

Keesokan harinya di sekolah, Bintang menghampiriku dan bertanya,”Gimana lukanya ? Udah mendingan ?”
            “Ah...apa ? ooh...ini ? Udah kok. Udah mendingan,” ucapku terbata-bata. Aduh kenapa aku jadi gugup gini sih ? apa karna Bintang ?
            “Lho kok senyum-senyum sendiri ? Oiya, aku Bintang,” ucapnya sambil mengulurkan tangan.
            “Aku Naya. Kok kemarin kamu langsung pergi ?”
            “Oooo....kemarin aku buru-buru mau ke kantor kepsek buat ngurus kepindahanku ke sekolah ini.”
            Mendung menyelimuti langit kota Bandung malam harinya. Aku kecewa karna tak bisa melihat bintang yang biasa ku lihat di malam hari. Karna mendung itu juga aku tidak bisa melakukan ritual curhat pada bintang seperti biasanya. Tiba-tiba hpku berdering. Aku segera mengambil hpku dan melihatnya. Received 1 message dari nomor yang tidak dikenaliku.
            Ada sesuatu menunggumu di depan rumah.
            “Siapa lagi yang sms kaya gini. Kurang kerjaan aja tapi kira-kira apa sesuatu itu ?” ucapku penasaran. Karna penasaran aku segera turun dan membuka pintu depan rumahku. Aku melihat ke sekelilingku namun tak tampak apa-apa disana. Aku kembali mengamati sekelilingku lebih cermat lagi. Kutemukan sebuah bintang kertas berwarna biru mengkilap tepat di depan pintu rumahku. Kuambil bintang kertas itu lalu aku melihat sebuah tulisan dibalik salah satu bagiannya.
            Bintang kertas ini kubuat sebagai teman bagimu saat bintang di langit tak       bersinar.
            “Kira-kira siapa yang mengirimkan bintang ini untukku ? mengapa dia tau kalau aku begitu menyukai bintang ?” ucapku sambil memegang bintang kertas itu.
            Aku kembali masuk ke dalam rumah dan membawa bintang kertas itu masuk dan kuletakan di meja belajarku.
***
            Aku dan Bintang semakin lama semakin bertambah dekat. Suatu hari Bintang tidak masuk karna sakit. Hari itu aku bagai kehilangan sebuah senyuman yang biasa kulihat. Kupandang bangku yang biasa di tempatinya. Begitu lama. Kubayangkan saat dia duduk di bangku itu dan mengulurkan senyum manisnya padaku. Namun tiba-tiba.....
            “Nay...Naya....” ucap Salsa.
            Aku tersentak kaget mendengar ucapan Salsa. “Ah...apa...ada apa Sa?” jawabku terbata-bata.
            “Lo kenapa sih ? dari tadi ngliyatin bangkunya Bintang terus. Kangen ya ?” goda Salsa.
            “Nggak...aku nggak kenapa-kenapa kok,” bantahku.
            “Bener ?? tapi yang gue liat lo ada apa-apa. Jangan-jangan lo suka sama Bintang ya ? hayo ngaku !!” ucap Salsa sekali lagi.
            Aku hanya terdiam. Pura-pura tidak mendengar kata-kata Salsa barusan namun dapat kurasakan wajahku memerah akibat kata-kata Salsa tadi. Apa benar aku suka sama Bintang ? apa mungkin ? ah...sudahlah.

belum tamat loohh, masih ada part 3nya...sabar ya :D

Friday, 5 October 2012

cerpen ^^


mulai upload cerpen nih say, mumpung sempet :p 
*cerpen yang di upload disini karya sendiri looh anti plagiarisme ^^*


Jangan Pergi Lagi, Bintang

            Embun masih merayapi setiap batang dan daun-daun di pagi yang dingin ini. Membasahi setiap celah yang dilewatinya. Matahari pun tampaknya masih enggan untuk keluar dari peraduannya. Namun entah mengapa aku ingin memandang langit yang bersemu merah di ufuk timur. Tak seperti biasanya aku melakukan sesuatu yang sedang kulakukan pagi ini. Biasanya aku memandang bintang di malam hari bila mendung tak menyelimuti tempat bintang berada. Bintang...menurutku sesuatu yang sangat indah dan entah mengapa aku begitu menyukai bintang. Setelah lama terdiam, aku pun bergegas masuk ke dalam rumah untuk mandi.
            Pukul 07.45 menit. Aku segera berlari menuju halte bis yang tak jauh dari rumahku. 15 menit kemudian aku pun sampai di sekolah. Aku harus berlari menuju kelasku yang terletak di lantai atas gedung sekolahku. Ya..saat ini aku duduk di kelas XI IPA 3 SMA Budi Nusantara. Tak biasanya aku terlambat seperti ini. Ini pasti gara-gara berebut kamar mandi dengan Rangga tadi. Rangga adalah adikku yang masih berumur 14 tahun. Aku berlari dan terus berlari hingga aku akhirnya terpeleset saat akan menaiki anak tangga kedua.
            “Aaadduuuhh.....”, ucapku sambil mengusap bokongku dan aku dapat merasakan kalau kakiku terluka. Aku mencoba berdiri namun aku kembali terhuyung dan saat itulah seseorang datang menolongku. Perawakannya tinggi, dan kulitnya putih namun manis bila dilihat. Sepertinya dia orang yang baik. Dia segera mengobati kakiku saat itu juga. Dia mengeluarkan plester dari saku bajunya dan memasangkannya pada kakiku yang terluka.
            “Makasih udah nolongin aku. Maaf sepertinya aku belum pernah melihatmu di sekolah ini,” ucapku spontan. Namun bukannya menjawab dia malah tersenyum dan ketika itulah aku melihat ada sesuatu di dalam diri orang itu yang berbeda dari yang lain. Mungkin senyum yang belum pernah aku lihat sebelumnya. Senyum yang berbeda dari kebanyakan orang. Setelah itu dia pergi dari hadapanku. Dalam hati aku bertanya siapa dia sebenarnya ?
Dengan tertatih, aku kembali berjalan menuju kelas. Dan betapa kagetnya aku melihat seseorang yang menolongku tadi di dalam kelas tempatku belajar di sekolah ini. Aku segera duduk di kursiku karena Bu Retno, guru fisika sedang menemui tamunya.
            “Sa, itu siapa sih ?” ucapku kepada Salsa, teman sebangku sekaligus sahabatku.
            “Mana ? Oooo....Bintang maksudnya ?” jawabnya.
            “Bintang ? siapa tuh Bintang ?” tanyaku balik.
            “Dia itu murid baru. Pindahan dari Jogja,” jawab Salsa. Aku hanya terdiam menatap wajah Bintang yang sedang terdiam di kursinya. Tanpa aku sadari dia menoleh dan memergokiku sedang menatapnya. Lagi-lagi kulihat senyum manis itu dari bibirnya. Aku pun merasakan wajahku bersemu merah saat ini.
            Malam harinya, aku memandang bintang-bintang di langit di balkon atas rumahku. Balkon adalah tempat favoritku untuk memandang bintang. Saat aku memandang bintang-bintang, muncul gambaran sosok Bintang dan senyum manisnya. Sesaat kemudian aku berkata,”Oh...Tuhan apakah yang terjadi padaku? Apa ini semua ini karna Bintang. Apa aku mulai menyukainya ? Mulai menyukai Bintang, seseorang yang baru kukenal tadi. Malam semakin larut dan aku mulai beranjak dari posisiku untuk pergi tidur.
 ***

mau tau lanjutannya? sabar yaaaa.... ^^

Lirik Lagu Audrey Semua Tentang Kamu

ku menatap malam sendiri bagai sebuah … mimpi
berharap kembali datangnya kisah yang telah pergi
bersama indahnya kasih di antara kita berdua
dan semua tentang kamu
membuat luka yang dalam di hatiku lagi
dan dan segala tentangmu
selalu menjadi cerita sedihku
meskipun kau tahu betapa ku sayang kamu

di saat kamu pun tak ada bawa semua harapanku pun pergi
jiwaku pun ikut melayang hilang bersama yang ku sayang
semoga aku tak mati menanti kamu

dan semua tentang kamu
membuat luka yang dalam di hatiku lagi
dan dan segala tentangmu
selalu menjadi cerita sedihku
meskipun kau tahu betapa ku sayang kamu

di saat kamu pun tak ada bawa semua harapanku pun pergi
jiwaku pun ikut melayang hilang bersama yang ku sayang
semoga aku tak mati menanti kamu

dan semua tentang kamu
membuat luka yang dalam di hatiku lagi
dan dan segala tentangmu
selalu menjadi cerita sedihku
meskipun kau tahu betapa ku sayang kamu

dan semua tentang kamu
membuat luka yang dalam di hatiku lagi
dan dan segala tentangmu
selalu menjadi cerita sedihku
meskipun kau tahu betapa ku sayang kamu