Friday, 22 February 2013

Hey Boy, Jangan Buat Aku Merindukanmu!

apabila rasa rindu menyergap namun hanya bisa terpendam di hati yang terdalam maka rindu akan semakin besar dan berkembang tanpa batas yang menyiksa diri

Salahkah diri ini yang merindukanmu, memikirkanmu, dan menginginkan agar kau selalu ada disampingku. Menjalani hari-hariku bersamamu. Kamu. Kamu teman SMAku. Kamu yang benar-benar kurindukan. Maaf dulu aku mengabaikan perasaanmu. Sibuk mengejar seseorang yang tak memperdulikanku, mengacuhkanku dan menanggapku tak ada. Maaf. Kamu yang slalu ada disaat kulemah, ku rapuh dan tak berdaya menghadapi "dia" yang mengacuhkanku. Nasehat-nasehatmu pun tak sanggup kucerna dengan baik. Nasehat yang baru kusadari bahwa itu adalah ungkapan rasa sayangmu padaku, rasa pedulimu padaku, rasa yang entah apapun itu namanya. Tapi apa yang kuberikan padamu? Aku malah mengacuhkan semua rasa yang kau rasakan itu. Kini aku menyesal. Andai waktu dapat kuputar, aku pasti akan membalas rasamu itu. Aku takkan mengejar-ngejar "dia" yang menyakitiku.
Kini hampir dua tahun kita tak bertemu. Bagaimana kabarmu? Baik-baik sajakah di Depok sana? Di Universitas Negeri yang selama ini kau inginkan. Yang kau impikan. Yang kau ceritakan padaku bahwa kau sangat menginginkannya. Masih kuingat saat itu, saat dimana kau mengabariku bahwa kau akan mengunjungi kota Gudeg ini untuk mengikuti tes masuk Universitas itu dan kau memintaku untuk menjemputmu. Tahukah kamu bahwa saat itu aku senang, sangat senang bahwa kau akan datang ke kota dimana aku menuntut ilmu sekarang dan itulah perasaan yang juga kualami saat aku tahu bahwa kau diterima di Universitas itu melalui SNMPTN. Yah memang sedikit kecewa menyadari bahwa entah kapan lagi kita akan bertemu namun terlepas dari itu semua aku turut senang dan berharap kau bisa mengejar cita-cita dan impianmu yang dulu pernah kau ceritakan padaku.
Kau. Apa kau marah saat kau tahu bahwa aku menyukai laki-laki di kampusku. Saat kuceritakan padamu tentang dia, tentang sosoknya dan segala hal tentangnya. Apa kau marah dan melupakanku? Tak ada kabar darimu selama setahun ini. Apa kau marah? Kini aku sadar kau begitu berarti bagiku. Jika kau melupakanku tolong jangan buat aku selalu merindukanmu. Biarkan aku juga melupakanmu. Biarkan aku hidup lebih baik tanpamu.