Monday, 23 March 2015

Kamu, Kembali Lagi

Kamu, kembali lagi
Kamu, yang satu setengah bulan yang lalu memarahiku, menuduhku dan mengatakan hal-hal yang membuatku meneteskan air mata lalu menghilang tanpa kabar.
Kamu, yang hampir 7 bulan ini kukenal. Aku mengenalmu lewat kegiatan KKN.
Kegiatan KKN itulah yang membawaku mengenalmu lebih dekat, ya kamu dan aku yang kupikir takkan menjadi kita. Kenapa aku tidak bilang takkan pernah? Karna aku tak ingin mendahului kehendak Tuhan. Tak kupungkiri jika sebenarnya jauh dilubuk hati ini masih tersimpan secuil rasa sayang untukmu. Hanya secuil.
Aku menyebutkan secuil karna aku takut, takut kejadian yang membuat kamu dan aku bertengkar hebat dan saling mendiamkan satu dengan yang lain hampir satu setengah bulan lamanya terulang lagi.
Perasaan sayang yang dulu menggebu untukmu kini perlahan berubah menjadi perasaan ragu. Ragu apakah kamu benar-benar menyesal ataukah kamu hanya bermain-main dengan hubungan ini. Aku bingung apa yang harus kulakukan padamu. Menjauhimu atau menanggapi dengan baik sikapmu ini?
Bukan ini bukan PHP. Mungkin seperti halnya apa yang kurasakan, kamu pun sedang dilanda kebingungan tentang semua ini.
Ada perasaan yang membuatku bertanya-tanya dan ingin kutanyakan padamu.
Mengapa dan dengan alasan apa kamu kembali lagi? Mencoba mengungkit dan mencoba menyambung kembali hubungan kita yang sempat terputus disaat aku benar-benar mengikhlaskan kepergianmu.
Mengapa dulu kamu pergi meninggalkanku disaat aku tengah membutuhkan "pundak"mu, disaat aku ingin menangis menumpahkan semua bebanku padamu, disaat aku ingin membagi suka yang kurasakan saat itu.
Apa sebenarnya rencanamu saat ini? Menyesalkah kamu dengan semua sikapmu waktu itu?
Apa sebenarnya rencana yang Tuhan persiapkan saat Dia mendekatkan kamu dan aku lagi seperti dulu?
Ah rasanya begitu banyak pertanyaan yang tak mampu kutulis, banyak sekali. Kupikir sekarang, biar waktu saja yang menjawab semua pertanyaan-pertanyaan itu.
Semoga kamu dan aku bisa saling belajar dari keadaan-keadaan yang sempat menganggu hubungan kamu dan aku, yang sempat memisahkan kita sementara waktu.