Tuesday, 28 November 2017

Lika Liku Seleksi CPNS Kementerian Hukum dan HAM RI 2017

Halooo kengkawaaaan....
Hujan-hujan kayak gini nih enaknya makan mie rebus pake telur setengah mateng haaahh
Bikin mager. Gimana gak bikin mager kalo hujannya aja sedari pagi
Tapi yaaaa dinikmati ajalah yaaa mumpung belum sibuk kan yeeee 😆
Baidewaaaiii....disini Aku mau banyak  sedikit cerita tentang lika liku seleksi calon "pembantu rakyat" yang kuiikuti dari Bulan September 2017 sampai November 2017. Biasanya sih orang-orang menyebutnya dengan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).
Ga lama kok aku ceritanya. Serius deh hahaha.

CPNS adalah tahap awal sebelum dilantik sebagai PNS. Meskipun sudah lulus berbagai seleksi, para peserta tidak langsung resmi sebagai PNS namun harus melalui tahap sebagai CPNS.
Tahun 2017 sendiri untuk Kementerian Hukum dan HAM RI (Kemenkumham) membuka banyak sekali posisi seperti Petugas Lapas, Analis Imigrasi, Pemeriksa Keimigrasian Pertama, Analis Hukum, Dokter Umum, Psikologi Klinis, Dokter Spesialis, Kustodian dan berbagai macam posisi yang kalau ditotal ada kurang lebih 17.000an orang yang dibutuhkan untuk mengisi posisi-posisi yang dibuka pada seleksi CPNS tahun ini.
Jumlah terbesar ada di Petugas Lapas yaitu 14.000an orang dengan penempatan diseluruh Indonesia dengan persyaratan sebagai Petugas Lapas adalah pendidikan minimal SMA.
Untuk Mahkamah Agung sendiri membuka posisi hakim untuk Peradilan Umum, Peradilan Agama, Peradilan Tata Usaha Negara (TUN) dan posisi lainnya.
Dalam seleksi kali ini ada 4 Formasi, yaitu Formasi Umum, Formasi Cumlaude (Khusus Perguruan Tinggi dengan Akreditasi A dan mempunyai IPK serta berpredikat lulus dengan pujian) , Formasi Putra/Putri Papua (harus lahir/mempunyai darah Papua) dan Formasi Disabilitas (untuk posisi tertentu)

Pada seleksi CPNS ini Aku memilih Kemenkumham daripada Mahkamah Agung (Hakim). Kenapa? Karna memang udah dari awal kuliah pengeen banget bisa kerja di Kemenkumham dan Aku gamau jadi Hakim karna menurutku menjadi Hakim punya tanggung jawab yang besar dan Aku sendiri belum siap dengan tanggung jawab + resiko-resiko itu. Selain itu lambang dann baju seragamnya Kemenkumham secara ga langsung juga bikin tertarik pengen kerja di Kemenkumham hahahaha. Yak di Kemenkumham ini Aku memutuskan mendaftar untuk posisi Analis Hukum Formasi Umum mengingat kuota untuk Formasi Umum lebih besar dari Formasi Cumlaude sehingga probabilitas bisa lolos menjadi CPNS jauh lebih besar.

Weslah rasah bertele-tele meneh. Langsung wae yooo Gengs. (Udahlah ga usah bertele-tele lagi. Langsung aja ya Gengs).
Tahap-tahap dalam seleksi CPNS tahun 2017 ini tidak jauh beda dengan seleksi sebelumnya, yaitu:

1. TAHAP SELEKSI ADMINISTRASI
Dalam tahap ini, seluruh peserta harus mendaftar pada https://sscn.bkn.go.id/
Siapkan Ijasah, KTP/Surat Tanda Perekaman, Surat Pernyataan bermaterai 6.000, Surat Lamaran bermaterai 6.000,  Surat Keterangan Akreditasi (untuk pendaftar Formasi Cumlaude), Foto dengan Background Merah dan Surat Domisili (kalau domisili berbeda dengan KTP). Surat Pernyataan dan Surat Lamaran sudah tersedia formatnya di web http://cpns.kemenkumham.go.id/
Kalau dokumen-dokumen persyaratan sudah disiapkan semua, kalian tinggal masuk ke web sscn diatas. Ingat yaa dalam pengisian data harus sesuai dengan dokumen karna dalam tahap ini, semua hanya dilakukan dalam 1 kali. Kalau ada kesalahan pengisian atau penguploadtan dokumen tidak bisa diulang lagi.
Jika sudah diisi semua, tinggal upload dokumen. Dikompres dulu ya. Rata-rata harus dibawah 1.000kb. Gausah khawatir gengs. Kalau ada data yang tidak bisa dibaca karna sizenya terlalu kecil, panitia masih memberikan 1 kali kesempatan untuk melakukan perbaikan. Oiya, jangan lupa kartu peserta tes dicetak karna ada beberapa peserta yang lupa mencetak kartu peserta.
Tinggal nunggu deh pengumuman seleksi administrasi.
Sekedar info aja nih Gengs. Pendaftar untuk Kemenkumham tembus 1 juta lebih pendaftar. Luaarrr Biasaaa memang pesona PNS inii.... Big Aplause untuk antusiasnya.
Setelah lama menunggu dan web sempat error karna terlalu banyak yang buka, alhamdulillah Aku lolos tahap administrasi dan berhak ikut tahap selanjutnya yaitu Seleksi Kompetensi Dasar (SKD).

2. TAHAP SELEKSI KOMPETENSI DASAR (SKD)

Punya komposisi 40% dari total nilai akhir. Tahap ini dilakukan di ibukota provinsi sesuai dengan domisili. Kalau Aku sendiri tes di Semarang karna domisili dan KTPku ada di wilayah Jawa Tengah.
Seleksi Kompetensi Dasar ini berbeda dengan tahun-tahun dahulu yang masih menggunakan kertas dan dilakukan di lapangan terbuka yang rentan joki. Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) tahun ini dilakukan dengan menggunakan sistem komputer (CAT) dan yang membuat soal bukan dari Kemenkumham, melainkan dari Badan Kepegawaian Nasional (BKN). Oiya, untuk tahap ini dibagi kedalam 3 aspek soal dan mempunyai bobot minimal masing-masing.
Ada 3 aspek, yaitu:
a. Tes Wawasan Kebangsaan (TWK)
Meliputi Pancasila, UUD 1945, Sejarah Nasional. Jangan anggap remeh tes yang satu ini ya Gengs karna banyaakk banget yang gagal di tes ini karna skornya dibawah standar. Bobot nilai untuk tes ini adalah 75
Saranku, banyak-banyakkin baca materi-materi Kewarganegaraan jaman SMA seperti sejarah Pancasila, lambang negara, sejarah lambang negara, sila-sila dalam pancasila, kerajaan-kerajaan, perjuangan bangsa Indonesia, penerapan sila-sila, UUD 1945 dipahami dan dihayati pasal per pasal, tugas-tugas lembaga negara (MPR, DPR, BPK dan lain-lain). Pokoknya pelajari semuanya deh yang ada kaitannya dengan Kewarganegaraan karna serius soal-soalnya tuh ga bisa diduga.
b. Tes Intelegensia Umum (TIU)
Meliputi matematika dasar, antonim, sinonim, deret, bahasa indonesia, analogi.
Bobot nilai untuk tes ini adalah 80
Gausah khawatir. Kalau kalian sering ikut psikotes-psikotes kerja pasti ga begitu sulit. Yang paling penting disini adalah kecepatan berhitung dan membaca cepat karna untuk subtes bahasa indonesia, soal-soalnya panjang-panjang banget dan jawabannya mirip-mirip antara satu dengan yang lain.
c. Tes Kepribadian (TKP)
Meliputi sikap dalam bekerja, bekerja sama dengan pegawai yang lain, kepedulian antara satu dengan yang lain serta kepribadian sehari-hari. Punya bobot minimal 141

Komposisi penilaian kelulusan untuk SKD adalah TWK (75) + TIU (80) + TKP (141) dimana kalau satu aspek aja dibawah bobot minimal maka kamu tetap dinyatakan tidak lolos tahap SKD.
Triknya : Sering-sering latihan soal dan baca-baca materi, kerjakan yang kamu anggap gampang, jangan menghabiskan waktu untuk 1 soal karna waktunya cuma 100 menit untuk kurang lebih 100 soal.

Bagi peserta yang berdomisili/ ber KTP Jawa Tengah, Tahap ini dilakukan di Hotel MG Setos Semarang yang terbagi kedalam 7 hari dan 6 sesi untuk 1 hari. Aku sendiri waktu itu harusnya tes sesi 5 di jam 3 sore kalau gak salah  tapi baru mulai tes sekitar jam 4 atau setengah 5 karna sistem CAT error dan baru selesai setengah 7/ jam 7an malem. Bahkan untuk peserta yang tes di hari Senin dan Selasa ada yang tes sampai jam 2 malem. Bayangiiinnn... capek banget. Capek badan. Belum ngerjain soal udah loyo duluan saking lamanya. Bahkan ada yang udah datang ke tempat tes tapi ternyata diundur dan diganti hari. Tapi Aku juga salut sama Panitia. Demi acara ini dan demi para peserta, mereka rela ngorbanin waktu istirahatnya.

Oiya, setelah melalui begitu panjang perjuangan dari mulai nunggu registrasi tes di basement hotel, panas-panasan, nunggu dari jam 12 siang (karna registrasi maksimal 1 jam sebelumnya), lapar, kucel dan diusir satpam karna duduk di tangga hotel (soalnya tangga hotel ga kena panas matahari siang bolong). Alhamdulillah pada tahap ini,  Aku bisa lolos dengan skor 358 dan bisa lanjut ke tahap SKB walaupun sempat deg-degan dengan nilai yang didapat dan pesimis buat masuk ke kuota 3 kali formasi.
Untuk lolos ke tahap berikutnya yaitu Tes SKB, jumlah peserta yang lolos adalah 3x jumlah kuota yang dibutuhkan. Misalnya, jumlah kuota untuk posisi Analis Hukum Formasi Umum adalah 114. Maka yang berhak lanjut ke tahap SKB adalah 3 x 114 = 342 orang.
Eits jangan lupa juga bawa permen dan makan berat sebelum tes SKD karna benar-benar menguras energi. Sebelum tes, semua tas, jam tangan, kalung, cincin dan semua yang kita bawa harus ditinggal ditempat penitipan tas. Jadi waktu mengerjakan soal ya cuma bawa diri aja. Lucunya sih sempat ada yang ketahuan pakai alat komunikasi untuk komunikasi dengan joki yang ada di luar venue tes dan ada yang bawa jimat segala. Iya JIMAT hahahahaha  😆😆😆
Wes pokoknya berserah diri aja dan yakin bisa!

3. TAHAP SELEKSI KOMPETENSI BIDANG (SKB)
Punya komposisi 60% dari total nilai akhir. Tahap ini dibagi menjadi 2 tahap, yaitu:
a. Tahap SKB tertulis
Tahap ini punya komposisi 50% dari total nilai SKB. Materi tes meliputi bidang yang kita lamar. Kalau Aku, berhubung Aku ambil Formasi Umum Analis Hukum maka tes bidangnya ya seputar Hukum Perusahaan, Hukum Kepailitan, Jabatan Notaris, Advokat, Hukum Perdata Umum, Hukum PTUN, Hukum Pidana, Hukum Jaminan. Ada 100 soal dengan waktu pengerjaan 90 menit.
Tiap-tiap orang dapat soal yang berbeda-beda antara 1 dengan yang lain meskipun itu 1 posisi dan 1 formasi. Tidak ada yang sama. Benar-benar murni hasil kita sendiri. Oiya, tes SKB Tertulis ini dilaksanakan di Kampus Udinus belakang Gedung Wisma Perdamaian. Aku waktu itu dapat sesi 3. Alhamdulillah tepat waktu. Gak molor kayak SKD. Dari Wisma Perdamaian (tempat registrasi dan penitipan tas), Aku dan peserta yang lain diantar menggunakan Bus milik Udinus (Universitas Dian Nuswantoro). Sampai di Udinus, duduk sebentar nunggu antrian kode soal dan pemeriksaan fisik pakai metal detector (antisipasi biar ga ada yang curang lagi). Setelah itu duduk nunggu antrian masuk ke ruang tes di Laboratorium Komputer Udinus. Sebelum masuk ruang tes, Aku dan peserta yang lain di cek lagi dan diberi stempel di tangan. Kayak mau masuk Dufan gitu wkwk.
Akhirnya setelah bermumet-mumet ria, skor tes ku keluar dan alhamdulillah waktu tes SKB tertulis ini Alhamdulillah Aku bisa dapat nilai tertinggi dari semua posisi di sesi yang Aku ikuti.

b. Tahap SKB Wawancara
Tahap ini punya komposisi 50% dari total nilai SKB. Kami semua diinterview oleh 2 orang sekaligus dan dipanggil sesuai nomor absensi. Waktu itu Aku diinterview disaat hari hujan (halaaahh lebaayy hahaha) di Aula Kantor Wilayah Kemenkumham Jateng dan diminta untuk memperkenalkan diri. Setelah itu ditanya motivasi jadi PNS, kekurangan dan kelebihan diri sendiri, rencana masa depan seperti apa dan masukkan selama proses seleksi. Gak lama kok. Paling cuma 10 menit. Usahakan rileks. Cukup tidur. Menjabat tangan si pewawancara di awal dan akhir wawancara + ucapan terima kasih. Jawab apa yang ditanyakan, jangan bercerita diluar yang ditanyakan (karna bisa jadi boomerang buat diri sendiri) dan tersenyum saat menjawab pertanyaan-pertanyaan. Anggap saja lagi ngobrol sama atasan dan temen yang lebih senior.
Rupanya gak sia-sia ilmu HRD yang kudapat waktu menjadi HRD dipekerjaan sebelumnya karna bisa kupraktekkan waktu wawancara ini hehe

Setelah semua tes ini Aku ikuti, aku hanya tinggal berpasrah dan berdo'a. Aku yakin kalau semua rejeki udah diatur oleh Allah SWT. Tinggal banyak-banyakkin ngerayu DIA biar do'anya diijabah.
Waktu itu sempet sih teman-teman satu posisi dan satu formasi ngebuat QC sementara. Rumusnya =
(SKD:5 x 40%) + (SKB CAT:5 x 30%) + (Wawancara x 30%)
Dari perhitungan QC sementara alhamdulillah dapat peringkat ke 7 teratas. Jadi perhitungan skorku adalah (358:5 x 40%) + (385:5 x 30%) + (84 x 30%) = 76,94

TAPIII....ini baru QC sementara yaa. Hasil resminya baru diumukan tanggal 9 November Malam dan baru kubuka besok paginya.

Sambil Aku menunggu pengumuman hasil akhir seleksi CPNS Kemenkumham ini, Aku mengikuti tes-tes perusahaan-perusahaan untuk kemungkinan terburuk dari seleksi yang kuiikuti sambil melanjutkan mengurusi bisnis yang kukelola dari Desember 2016 (sebenernya mulai bisnis dari kuliah semester 3 cuma karna sibuk kuliah, seminar, KKN, skripsi dan kawan-kawannya serta karna sibuk kerja juga jadinya baru kuurusi lagi. Lumayan kan ngisi waktu + nambah pundi-pundi penghuni dompet hahahaha).

10 November 2017
Tanggal ini termasuk tanggal sejarah buat Aku. Kenapa? Karna ditanggal ini, ALHAMDULILLAH Aku bisa lolos dan menjadi CPNS Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Formasi Umum Analis Hukum. Nilai dan rangkingnya sama persis dengan hasil QC Sementara yang udah kuceritain diatas.
Bener-bener gak nyangka banget bisa ada di posisi ini. Ga sia-sia nolak tawaran-tawaran kerja setelah 1 tahun lebih resign dari perusahaan sebelumnya. Ga sia-sia nunggu tes SKD di basement, diusir satpam, kehujanan pas mau wawancara, kelaperan waktu tes SKD, begadang demi belajar untuk SKB karna materinya seabrek dan waktunya mepet, diturunin di jalan waktu naik travel karna jalan yang biasa dilewatin ditutup gara-gara ada acara, kaki lecet pake pantofel. Ah udah ga kebayang lagi rasanya kayak gimana. Reflek nangis sendirian karna orang tua ada di luar kota. Teriak-teriak sendiri saking senengnya dan langsung meluncur ke sekolah SMA untuk minta legalisir fotokopi ijasah SMA karna dulu sekolah di luar kota yang jaraknya 5 jam perjalanan naik bus.

Kalau ada yang tanya trik bisa lolos tuh apa sih? Aku cuma bisa jawab, berdo'a + berusaha + bersedekah + ikhlas. Usaha tidak akan pernah mengkhianati Hasil. Buktikan kalau kalian bisa meraih apa yang kalian cita-citakan. Well, tahap selanjutnya adalah pemberkasan, penetapan Nomor Induk Pegawai (NIP) dan pembagian SK yang akan kuceritakan di postingan berikutnya yaaaa.

Kalau ada bagian yang belum kutulis dan ingin ditanyakan, silahkan komentar yaaa
Terima kasih dan See youuu tomorrooowww Gengs......

Wednesday, 30 August 2017

Tuhan, Inikah Jalan-Mu Untukku?

Manusia.
Makhluk yang diciptakan Tuhan untuk menjadi "pengurus" di muka Bumi yang Tuhan ciptakan sedemikian rupa.
Makhluk yang punya beribu macam sifat dan kebiasaan.
Makhluk yang punya seribu macam keluh kesah, suka dan duka.
Dijatuhkan
Dibangkitkan
Diberikan kesenangan dan rasa senang
Namun juga diberikan sedih dan rasa duka
Diberikan suara tawa untuk mengekspresikan rasa suka
Diberikan air mata untuk mengekspresikan rasa duka dan kecewa
Tuhan.
Inikah Jalan-Mu untukku?
Kau jatuhkan Aku dan kau tempa Aku dengan beribu macam duka dan kesedihan hingga air mata sulit untuk Aku keluarkan.
Lalu Kau berikan Aku rasa suka dan rasa senang hingga aku tertawa hingga sulit untuk Aku keluarkan.
Apakah Kau ingin jadikan Aku manusia, makhlukMu yang kuat dan tak mudah menangis?
Tuhan.
Inikah Jalan-Mu untukku?
Inikah yang ingin Kau tunjukkan padaku?
Bagaimana lelahnya seorang ayah mencari sesuap nasi demi keluarga.
Bagaimana lelahnya seorang Siti Hajar yang lari dari Bukit Safa ke Bukit Marwah demi mencari setetes air untuk Ismail anaknya.
Seberapa besarnya rasa sabar yang dialami oleh Rasulullah dan Nabi Nuh serta para utusanMu.
Tuhan
Aku yakin padaMu
Pada semua kehendakMu
Pada semua Qada dan QadarMu
Pada semua ujian dan hadiah dariMu
Bahwa semua itu akan baik untukku.
Tuhan
Pertemukanlah Aku dengan tempat terbaik untukku menjemput riskimu.
Berilah Aku rasa sabar seperti Rasulullah dan Nabi Nuh.
Berilah Aku rasa syukur seperti Siti Hajar yang menemukan sumber mata air di dekat kaki Ismail.
Berilah Aku semangat yang besar seperti ayah yang mencari sesuap nasi demi keluarga.
Tuhan
Jika ini jalanku, dampingi Aku kapanpun dan dimanapun Aku berpijak dan menghirup udara yang Kau berikan untuk Aku dan seluruh hambaMu.
Tuntun Aku menuju riski halalMu.
Terakhir dariku.
Terima kasih atas rasa sayang yang Kau berikan padaku. Terima kasih untuk semua pelukkan yang Kau berikan padaku. Maafkan Aku yang kadang lupa padaMu.


Tertanda,

HambaMu yang tak luput dari dosa dan kekhilafan

Wednesday, 16 August 2017

Ketika Harapanmu Tak Sesuai Dengan Realita

Sebelumnya, aku mau minta maaf kalau dipostingan ini ada yang merasa tersindir. Karna memang tidak ada maksud untuk itu.

Sebenarnya Aku lelah.
Teramat lelah.
Lebih teptnya psikologisku yang lelah.
Ya lelah.
Lelah dan putus asa melihat teman-temanku sudah mendapatkan pekerjaan yang permanen, yang sesuai dengan harapan mereka.
Bukan maksudku untuk iri kepada kesuksesan mereka.
Aku hanya marah pada diriku sendiri.
Aku sedih melihat diriku seperti sekarang ini.
Belum bisa memberikan apa yang orang tuaku inginkan.
Belum bisa berbuat banyak demi kesenangan dan kebahagiaan mereka sebagaimana teman-temanku membahagiakan orangtuanya.

Aku yang teledor membiarkan kesempatan-kesempatan besar yang datang padaku pergi begitu saja.
Aku yang secara tidak sadar membiarkan diriku melakukan kesalahan yang berimbas pada hilangnya kesempatan kerja itu.

Mau jadi apa aku?

Mungkin ada hikmahnya.
Aku bisa jadi tahu siapa saja yang masih ada disaat aku seperti ini. Aku yang kembali ada di roda kehidupan terbawah.

Semoga saja aku bisa mengayuh roda kehidupan ini lebih keras agar bisa berputar ke atas

Kemana Aku Yang Dulu?

Kemana Aku yang dulu?
Pertanyaan besar yang saat ini ada dipikiranku.
Ada apa denganku sekarang?
Aku yang dulu tidak pernah se-cengeng ini hanya karna suatu hal.
Aku yang dulu akan selalu bangkit ketika terjatuh. Ketika dunia tak berpihak padaku.
Ketika seluruh dunia mengucilkanku.
Ketika dunia tak menganggapku ada.
Kemana Aku yang dulu?
Yang selalu tertawa dan tersenyum disaat keadaan sulit.
Kamu kemana kan Aku yang dulu wahai Aku yang sekarang?
Aku tahu Aku yang sekarang mudah menangis, mudah menyerah, mudah putus asa.
Hanya karna gagal dalam tes-tes kerja bukan berarti bodoh kan wahai Aku yang sekarang?
Masih banyak tempat yang mau menerimamu untuk mengaplikasikan ilmu dan pengalaman kerjamu.
Jangan menangis. Jangan kecewa terlalu lama. Jangan bersedih sepanjang hari.
Percayalah, kamu pernah melewati hal yang lebih sulit dari ini.
Tuhan sudah menyiapkan semua untukmu dengan sangat indah.
Tuhan selalu ada di dekatmu.
Lebih dekat daripada urat nadimu.
Wahai Aku yang sekarang.
Jangan putus asa.
Sudahi kesedihanmu.
Ada orang-orang yang menunggumu untuk dibahagiakan olehmu.
Ayah, Ibu dan Adikmu menunggu untuk dibahagiakan dan melihatmu bahagia dengan hidupmu, dengan pekerjaanmu
Jangan bandingkan hidupmu dengan hidup orang lain.
Karna mereka orang yang kamu sayang dan sayang padamu tidak akan mau melihatmu melakukan itu.
Wahai Aku yang sekarang. Segera kembalikan aku yang dulu. Segeralah bangkit dari kesedihanmu, dari keterpurukanmu. Dunia dan orang-orang yang sayang padamu sedang menunggumu.

Friday, 30 June 2017

Suka Duka Jadi Jobseeker (lagi) - Part 1

Halooo..........
Udah lama banget semenjak terakhir ngunjungin blog ini buat sekedar nengokkin viewers huehehehe
Anywy, kali ini aku bakal cerita tentang suka duka jadi jobseeker (lagi).
Kenapa ada kata lagi di belakang kata jobseeker yang aku tulis diatas?

JAWABANNYA

Jadi sebelum aku jadi jobseeker lagi kayak saat ini, aku udah pernah kerja 1,5 tahun. 6 bulan di LSM terkenal di Jogja dan 1 tahun berikutnya di suatu perusahaan konsultan SDM di Jogja yang kerjasama dengan suatu assurance company terkenal di dunia. Clue assurance company-nya adalah huruf depannya P dan belakangnya L. Ah udah ah jangan disebutin disini. Takut dikira pencemaran nama baik :"D

Kenapa aku resign dari kerjaan sebelumnya?
Ada beberapa hal yang bikin aku resign dari 2 kerjaan sebelumnya. Persamaan alasan resignnya karena  pengen cari yang lebih baik dari segi karir. Manusiawi kan ya? menurutku sih manusiawi *teteup ngebela diri* hahahaha

2 tempat kerjaku sebelumnya bisa dibilang sama sekali ga ada tanda-tanda perbaikan dari segi karir. Cuma mentok disituuu aja. Jadi karna alasan itulah, aku  mutusin buat resign dan cari kerjaan lain di tempat lain.

Tapi........

Modal pengalaman 1,5 tahun dengan berbagai macam pelatihan, penghargaan dan prestasi ga menjamin langsung dapat kerja baru. Susaaaaaahhhhh mak susaaaaaahhhhh. Jujur aku baru pertama ini ngerasain apa yang teman-temanku rasain waktu pertama lulus dari nyaman-nya dunia perkampusan dan per-kost-an :")

Iya. Karena sebelum aku wisuda pada 2 tahun yang lalu, aku udah ketrima di LSM tempat pertama kali aku kerja dan selang kurang lebih 5 hari setelah wisuda aku langsung kerja. Then, 6 bulan kemudian ada pendaftaran kuliah profesi dan pada bulan ke 6 (kayaknya) aku mutusin buat resign dari kerjaan itu untuk kuliah lagi karena kupikir aku ga akan bisa bagi waktu mengingat jam kerja di LSM itu tidak bisa diganggu gugat. Kalaupun bisa pasti capek banget karena jarak dari LSM ke kampus profesi itu jauh banget kayak Jakarta - Semarang (lebay). Jadi yaudah dengan ngucap bismillah aku resign.

Terus gimana aku bisa kerja ditempat kerja yang kedua?

Ceritanya....

Waktu aku kuliah profesi, aku ga sengaja liat papan pengumuman dan ada pamflet lowongan kerja di Jogja dan sesuai banget dengan passion dan cita-cita (waktu itu). Sempet ragu sih tapi salah satu temen satu kelas  nyemangatin dan bilang kalo ga ada salahnya mencoba. So, aku nyoba dan ga berapa lama sekitar 5 harian aku dapat panggilan tes kerja. Setelah berkali-kali tes, akhirnya aku ketrima kerja juga. Alhamdulillah.

Terus kuliah profesinya gimana?

Tetep lanjut kok sampai selesai dan sampai ujian profesi juga. Waktu itu rada berat sih bagi waktunya. Soalnya kuliah profesi dimulai jam setengah 4 sore sedangkan jam kerja kantor dimulai jam setengah 9 pagi sampai jam 5 sore. Jadi mau gamau tiap jam 3 sore pasti ijin ke atasan dan atasan maklumin karena waktu interview aku bilang kalau aku masih kuliah profesi dan tanggung kalau gak dilanjutin karena tinggal 2 minggu lagi selesai. Tapi tetep aja ga enak sama teman-teman kantor. Masa anak baru sering banget ijin pulang cepat buat kuliah sedangkan yang lainnya masih pada sibuk sama kerjaan seabrek-abrek di kantor.

Oke next ..... (Part 2)