Friday, 7 December 2012

Cinta atau Hanya Perasaanku Saja?

Cinta. Satu kata penuh makna. Satu kata penuh arti. Satu kata yang membahagiakan namun juga menyedihkan. Suatu keadaan bernama Cinta tak pernah mengenal ruang dan waktu.

Entah apa yang kurasakan saat ini. Bagaimana perasaanku saat ini? Apa sebenarnya yang tengah kupikirkan saat ini? Apa sebenarnya yang tengah kurasakan? Apa arti semua ini? Apakah semua ini karena tugas kuliah yang datang bertubi-tubi hingga belum ada satu tugas pun yang kuselesaikan bahkan belum kusentuh sama sekali atau karena laki-laki itu? Laki-laki yang baru kukenal selama kurang lebih setahun ini. Laki-laki yang hanya kutemui lewat dunia maya tanpa pernah tahu siapa dia yang sebenarnya. Seperti apa sosoknya. Seperti apa wajah dan tubuhnya yang sebenarnya. Seperti apa suaranya dan seperti apa suara hembusan napasnya.
Lucu. Memang lucu. Bagaimana bisa hal itu terjadi. Bagaimana bisa aku merasakan demikian. Merasakan ada sesuatu yang berbeda setiap kali aku membalas setiap TLnya, setiap kali aku membalas mentionnya, setiap kali aku mengomentari status-status yang dibuatnya dan merasa lebih berbeda lagi saat aku melihat setiap TL dan statusnya yang bernada jauh berbeda pada setiap wanita. Apakah ini? Ah tidak, mungkin itu hanya perasaanku saja. Menyukai laki-laki yang sama sekali belum pernah kutemui dalam dunia nyata itu sangat mustahil bagiku. Pikiran dan hati ini pun mulai beradu mempertahankan argumennya masing-masing. Pikiranku berkata bahwa tidak mungkin aku menyukai laki-laki yang belum pernah kutemui sebelumnya karena aku pikir itu adalah tindakan bodoh namun hati ini mengatakan hal yang berbeda dari apa yang dikatakan oleh pikiranku. Aku bodoh. Iya bodoh. Aku bahkan tak bisa memutuskan siapa yang memenangkan argumen dari hal ini. Apakah pikiran atau hati ini? Keduanya saling mengeluarkan tenaganya untuk memenangkannya. Menguasai diriku lebih jauh.
Laki-laki itu adalah teman dari seseorang yang pernah kusuka sebelumnya. Dia menawariku untuk mendekatkanku dengan temannya itu tapi semenjak dia tahu aku menyukai temannya, dia mulai menjauhiku. Aku berpikir keras tentang penyebab dia menjauhiku. Apa karena dia tak ingin menggangguku dan berusaha agar temannya tidak berpikiran lain saat aku dekat dengan temannya atau karena......
Namun di saat aku berkata aku tak lagi menyukai temannya itu, dia kembali seperti dulu. Kembali dekat denganku. Apa sebenarnya yang tengah ia rasakan padaku? Apa sebenarnya yang tengah ia pikirkan? Apa yang sebenarnya tengah ia rencanakan?
Please, don't make me confused with your attitude, Boy :( jangan buatku berada pada kondisi dan situasi yang sama seperti kejadian 3 tahun lalu. Aku takut. Aku takut. Takut jatuh lebih dalam kedalam bagian terdalam dari tubuhmu. Takut menerima kenyataan bahwa semua yang kurasakan itu salah. Aku mohon jangan biarkan aku terpeleset mengikuti aliran darah dari tubuhmu. Mengalir menuju sudut terkecil dari tubuhmu. Jika memang benar semua yang kurasakan, aku mohon jangan perlakukan aku dengan perlakuan yang menyakitkan karna aku akan sulit untuk melupakannya.

No comments:

Post a Comment