mulai upload cerpen nih say, mumpung sempet :p
*cerpen yang di upload disini karya sendiri looh anti plagiarisme ^^*
Jangan Pergi Lagi, Bintang
Embun
masih merayapi setiap batang dan daun-daun di pagi yang dingin ini. Membasahi
setiap celah yang dilewatinya. Matahari pun tampaknya masih enggan untuk keluar
dari peraduannya. Namun entah mengapa aku ingin memandang langit yang bersemu
merah di ufuk timur. Tak seperti biasanya aku melakukan sesuatu yang sedang kulakukan
pagi ini. Biasanya aku memandang bintang di malam hari bila mendung tak
menyelimuti tempat bintang berada. Bintang...menurutku sesuatu yang sangat
indah dan entah mengapa aku begitu menyukai bintang. Setelah lama terdiam, aku
pun bergegas masuk ke dalam rumah untuk mandi.
Pukul
07.45 menit. Aku segera berlari menuju halte bis yang tak jauh dari rumahku. 15
menit kemudian aku pun sampai di sekolah. Aku harus berlari menuju kelasku yang
terletak di lantai atas gedung sekolahku. Ya..saat ini aku duduk di kelas XI
IPA 3 SMA Budi Nusantara. Tak biasanya aku terlambat seperti ini. Ini pasti
gara-gara berebut kamar mandi dengan Rangga tadi. Rangga adalah adikku yang
masih berumur 14 tahun. Aku berlari dan terus berlari hingga aku akhirnya
terpeleset saat akan menaiki anak tangga kedua.
“Aaadduuuhh.....”,
ucapku sambil mengusap bokongku dan aku dapat merasakan kalau kakiku terluka. Aku
mencoba berdiri namun aku kembali terhuyung dan saat itulah seseorang datang
menolongku. Perawakannya tinggi, dan kulitnya putih namun manis bila dilihat.
Sepertinya dia orang yang baik. Dia segera mengobati kakiku saat itu juga. Dia
mengeluarkan plester dari saku bajunya dan memasangkannya pada kakiku yang
terluka.
“Makasih
udah nolongin aku. Maaf sepertinya aku belum pernah melihatmu di sekolah ini,”
ucapku spontan. Namun bukannya menjawab dia malah tersenyum dan ketika itulah
aku melihat ada sesuatu di dalam diri orang itu yang berbeda dari yang lain.
Mungkin senyum yang belum pernah aku lihat sebelumnya. Senyum yang berbeda dari
kebanyakan orang. Setelah itu dia pergi dari hadapanku. Dalam hati aku bertanya
siapa dia sebenarnya ?
Dengan tertatih, aku kembali berjalan
menuju kelas. Dan betapa kagetnya aku melihat seseorang yang menolongku tadi di
dalam kelas tempatku belajar di sekolah ini. Aku segera duduk di kursiku karena
Bu Retno, guru fisika sedang menemui tamunya.
“Sa,
itu siapa sih ?” ucapku kepada Salsa, teman sebangku sekaligus sahabatku.
“Mana
? Oooo....Bintang maksudnya ?” jawabnya.
“Bintang
? siapa tuh Bintang ?” tanyaku balik.
“Dia
itu murid baru. Pindahan dari Jogja,” jawab Salsa. Aku hanya terdiam menatap
wajah Bintang yang sedang terdiam di kursinya. Tanpa aku sadari dia menoleh dan
memergokiku sedang menatapnya. Lagi-lagi kulihat senyum manis itu dari
bibirnya. Aku pun merasakan wajahku bersemu merah saat ini.
Malam
harinya, aku memandang bintang-bintang di langit di balkon atas rumahku. Balkon
adalah tempat favoritku untuk memandang bintang. Saat aku memandang
bintang-bintang, muncul gambaran sosok Bintang dan senyum manisnya. Sesaat
kemudian aku berkata,”Oh...Tuhan apakah yang terjadi padaku? Apa ini semua ini
karna Bintang. Apa aku mulai menyukainya ? Mulai menyukai Bintang, seseorang
yang baru kukenal tadi. Malam semakin larut dan aku mulai beranjak dari
posisiku untuk pergi tidur.
***
mau tau lanjutannya? sabar yaaaa.... ^^
No comments:
Post a Comment