Monday, 8 October 2012

Jangan Pergi Lagi, Bintang part 2

Keesokan harinya di sekolah, Bintang menghampiriku dan bertanya,”Gimana lukanya ? Udah mendingan ?”
            “Ah...apa ? ooh...ini ? Udah kok. Udah mendingan,” ucapku terbata-bata. Aduh kenapa aku jadi gugup gini sih ? apa karna Bintang ?
            “Lho kok senyum-senyum sendiri ? Oiya, aku Bintang,” ucapnya sambil mengulurkan tangan.
            “Aku Naya. Kok kemarin kamu langsung pergi ?”
            “Oooo....kemarin aku buru-buru mau ke kantor kepsek buat ngurus kepindahanku ke sekolah ini.”
            Mendung menyelimuti langit kota Bandung malam harinya. Aku kecewa karna tak bisa melihat bintang yang biasa ku lihat di malam hari. Karna mendung itu juga aku tidak bisa melakukan ritual curhat pada bintang seperti biasanya. Tiba-tiba hpku berdering. Aku segera mengambil hpku dan melihatnya. Received 1 message dari nomor yang tidak dikenaliku.
            Ada sesuatu menunggumu di depan rumah.
            “Siapa lagi yang sms kaya gini. Kurang kerjaan aja tapi kira-kira apa sesuatu itu ?” ucapku penasaran. Karna penasaran aku segera turun dan membuka pintu depan rumahku. Aku melihat ke sekelilingku namun tak tampak apa-apa disana. Aku kembali mengamati sekelilingku lebih cermat lagi. Kutemukan sebuah bintang kertas berwarna biru mengkilap tepat di depan pintu rumahku. Kuambil bintang kertas itu lalu aku melihat sebuah tulisan dibalik salah satu bagiannya.
            Bintang kertas ini kubuat sebagai teman bagimu saat bintang di langit tak       bersinar.
            “Kira-kira siapa yang mengirimkan bintang ini untukku ? mengapa dia tau kalau aku begitu menyukai bintang ?” ucapku sambil memegang bintang kertas itu.
            Aku kembali masuk ke dalam rumah dan membawa bintang kertas itu masuk dan kuletakan di meja belajarku.
***
            Aku dan Bintang semakin lama semakin bertambah dekat. Suatu hari Bintang tidak masuk karna sakit. Hari itu aku bagai kehilangan sebuah senyuman yang biasa kulihat. Kupandang bangku yang biasa di tempatinya. Begitu lama. Kubayangkan saat dia duduk di bangku itu dan mengulurkan senyum manisnya padaku. Namun tiba-tiba.....
            “Nay...Naya....” ucap Salsa.
            Aku tersentak kaget mendengar ucapan Salsa. “Ah...apa...ada apa Sa?” jawabku terbata-bata.
            “Lo kenapa sih ? dari tadi ngliyatin bangkunya Bintang terus. Kangen ya ?” goda Salsa.
            “Nggak...aku nggak kenapa-kenapa kok,” bantahku.
            “Bener ?? tapi yang gue liat lo ada apa-apa. Jangan-jangan lo suka sama Bintang ya ? hayo ngaku !!” ucap Salsa sekali lagi.
            Aku hanya terdiam. Pura-pura tidak mendengar kata-kata Salsa barusan namun dapat kurasakan wajahku memerah akibat kata-kata Salsa tadi. Apa benar aku suka sama Bintang ? apa mungkin ? ah...sudahlah.

belum tamat loohh, masih ada part 3nya...sabar ya :D

No comments:

Post a Comment