“Ah...apa
? ooh...ini ? Udah kok. Udah mendingan,” ucapku terbata-bata. Aduh kenapa aku
jadi gugup gini sih ? apa karna Bintang ?
“Lho
kok senyum-senyum sendiri ? Oiya, aku Bintang,” ucapnya sambil mengulurkan
tangan.
“Aku
Naya. Kok kemarin kamu langsung pergi ?”
“Oooo....kemarin
aku buru-buru mau ke kantor kepsek buat ngurus kepindahanku ke sekolah ini.”
Mendung
menyelimuti langit kota Bandung malam harinya. Aku kecewa karna tak bisa
melihat bintang yang biasa ku lihat di malam hari. Karna mendung itu juga aku tidak
bisa melakukan ritual curhat pada bintang seperti biasanya. Tiba-tiba hpku
berdering. Aku segera mengambil hpku dan melihatnya. Received 1 message dari
nomor yang tidak dikenaliku.
Ada sesuatu menunggumu di depan rumah.
“Siapa
lagi yang sms kaya gini. Kurang kerjaan aja tapi kira-kira apa sesuatu itu ?”
ucapku penasaran. Karna penasaran aku segera turun dan membuka pintu depan
rumahku. Aku melihat ke sekelilingku namun tak tampak apa-apa disana. Aku
kembali mengamati sekelilingku lebih cermat lagi. Kutemukan sebuah bintang
kertas berwarna biru mengkilap tepat di depan pintu rumahku. Kuambil bintang
kertas itu lalu aku melihat sebuah tulisan dibalik salah satu bagiannya.
Bintang kertas ini kubuat sebagai teman
bagimu saat bintang di langit tak bersinar.
“Kira-kira
siapa yang mengirimkan bintang ini untukku ? mengapa dia tau kalau aku begitu
menyukai bintang ?” ucapku sambil memegang bintang kertas itu.
Aku
kembali masuk ke dalam rumah dan membawa bintang kertas itu masuk dan kuletakan
di meja belajarku.
***
Aku
dan Bintang semakin lama semakin bertambah dekat. Suatu hari Bintang tidak
masuk karna sakit. Hari itu aku bagai kehilangan sebuah senyuman yang biasa
kulihat. Kupandang bangku yang biasa di tempatinya. Begitu lama. Kubayangkan
saat dia duduk di bangku itu dan mengulurkan senyum manisnya padaku. Namun
tiba-tiba.....
“Nay...Naya....”
ucap Salsa.
Aku
tersentak kaget mendengar ucapan Salsa. “Ah...apa...ada apa Sa?” jawabku
terbata-bata.
“Lo
kenapa sih ? dari tadi ngliyatin bangkunya Bintang terus. Kangen ya ?” goda
Salsa.
“Nggak...aku
nggak kenapa-kenapa kok,” bantahku.
“Bener
?? tapi yang gue liat lo ada apa-apa. Jangan-jangan lo suka sama Bintang ya ?
hayo ngaku !!” ucap Salsa sekali lagi.
Aku
hanya terdiam. Pura-pura tidak mendengar kata-kata Salsa barusan namun dapat kurasakan
wajahku memerah akibat kata-kata Salsa tadi. Apa benar aku suka sama Bintang ?
apa mungkin ? ah...sudahlah.
belum tamat loohh, masih ada part 3nya...sabar ya :D
No comments:
Post a Comment