Monday, 14 October 2013

Coretan tentang Kamu, Mas

Ya kembali pada blog, kembali dan kembali lagi. Kalau kembali kesini itu bukan karna apa-apa tapi cuma karna ingin menuangkan isi hati aja. Gak tau harus cerita kesiapa, mungkin ya cuma sama Allah swt dan blog ini :). Iya memang, aku sendiri sedang menghindar dari "hiruk pikuk" dunia maya terutama twitter. Twitter akhir-akhir ini memang dijadikan tempat "buang sampah" olehku.
That's right. Masalah gebetan yang tak peka. Aku mengenalnya itu udah dari ospek universitas kira-kira 2 tahun yang lalu itupun ga sengaja. Kita kenalpun cuma lewat dunia maya atau bahasa kerennya itu "SOSIAL MEDIA" dan itu berlanjut hingga kami masuk kuliah. Tak diduga, aku dan dia ternyata satu fakultas, Fakultas Hukum UII angkatan 2011 tapi ya kita hanya kenal sebatas sosial media aja gak lebih dari itu. Lucu ya, satu angkatan, satu fakultas dan satu jurusan juga tapi tak saling mengenal di dunia nyata. Kita beda kelas. Dia kelas G dan Aku kelas D. Semenjak ospek itu kitapun renggang, sibuk dengan urusan pribadi masing-masing. Aku kenal dia pun dari Facebook bukan dari Twitter karna ya pada waktu itu kan Facebook lagi booming2nya.
Hari berganti hari, minggu berganti minggu dan bulan berganti bulan (alay hahaha) kita pun entah darimana mulainya, bertemu lagi dan itu di dunia maya. Lagi-lagi di dunia maya. Kayaknya emang aku harus bersyukur deh sama dunia maya ini ^_^ Semakin hari semakin banyak yg ditanyain sampai suatu hari aku cerita ke dia tentang aku suka sama siapa dan aku memang bisa dibilang terlalu aktif atau hiperaktif malah di dunia maya. Semua yg kurasain kucurahkan semua di twitter. Nah di jaman ini udah kenal twitter broo. Aku follow dia dan dia follback. Panjang banget lah ceritanya. Intinya aku suka dia itu mulai semester 3. Jadi urutannya, suka dia terus suka temennya (Mas Jawa panggilannya tapi sekarang udah sebel), suka dia lagi, suka mas behel dan suka dia lagi sampai sekarang dan selama itu pula aku lebih sering menjadi SECRET ADMIRER atau PEMUJA RAHASIA.
Aku inget waktu aku bilang lewat twitter kalau aku tau dia tapi takut buat nyapa terus dia bilang kenapa ga nyapa aja. Kayak dilempar semangka rasanya tau dia ngomong gitu. Selang 2 hari aku nyapa dia. Skip skip skip skip :p Kira-kira dua bulan yang lalu aku sering banget ngodein dia tapi dia selalu ga ngrasa. Malah temennya yang ngrasa -__- Dia malah bilang "kenapa ga dideketin aja wul?" Hah ini pasti dia ga ngrasa, ini tuh buat kamu Mas :( batinku dan bla bla bla *terlalu panjang buat diketik, capek hehehe*
Nah kemarin itu kucoba untuk bertanya ke dia, kalau misalnya ada cewek yang suka sama kamu tapi dia ga berani bilang, kamu bakal ngejauhin dia atau gimana dan sesuai dugaanku yang mikir pasti dia bakal aneh-aneh dan benar aja, dia malah nyebutin kriteria "perempuannya". Ada 4 : pinter, nyaman, bisa masak dan ga males. Deg aku langsung kecil hati banget dong. Gimana nggak, aku cuma bisa menuhin 2 dari 4 kriterianya, cuma pinter sama nyaman aja (ga sombong sih :p). Yang masak, aku ga begitu bisa masak. Ya bisa sih tapi selain makanan berat2, cuma bisa masakan yg dimasak sama ibu doang dan yang kriteria ga males itu kalo lagi ga kumat sih tapi kalo lagi kumat malesnya ya wassalam. Otomatis aku mundur dong tapi yang bikin bingung sih ngapain dia nyebutin kriterianya ke aku coba? Itu sebuah penolakan halus atau gimana? -______- Sakit hati sih nggak, kecewa ga begitu tapi ya lebih ke bingung itu tadi.
Maaf ya Mas kalau aku harus menjauhimu sementara waktu ini dengan cara yang mungkin konyol untuk mengubur rasaku kepadamu. Semoga dengan ini kamu bisa sadar dan menjelaskan apa yang rasakan padaku meski itu pahit. Tak apa asal kita masih bisa menjadi teman.

Ada sesuatu yang kutulis sendiri untukmu, Mas. Semoga suatu hari nanti kau membacanya ^^

Aku selalu tersenyum melihat tingkahmu
Aku selalu tersenyum melihat wajahmu
Aku selalu tersenyum melihat senyum dan tawa yang tergambar di bibirmu itu
Aku selalu tersenyum melihat dan membaca twittmu 
Aku selalu tersenyum melihat dan membaca balasan mention darimu
Aku selalu tersenyum melihat segala hal tentang impian masa depanmu
dan Aku selalu tersenyum apapun tentangmu
Semoga kau mendapat wanita seperti impianmu yang kau utarakan padaku kemarin
Aku menyerah karna Aku hanya memenuhi setengah saja dari kriteria "wanita masa depanmu"
Tak apa, Mas
Aku tak sakit, Aku tak sedih, Aku tak menangis
Aku masih bisa tersenyum untukmu
Tak apa, Mas
Aku takkan menyerah untuk menjadi teman baikmu
Tetaplah ada didekatku walau suatu hari nanti kau telah menemukan "wanita" itu
karna Aku akan tetap tersenyum untukmu :)

Aku menyukainya bukan karna tampang atau materi yang dimiliki dia. Aku menyukainya karna kebaikan hatinya, kepintarannya, kerendahan hatinya dan tingkah lakunya yang berbeda sekali dari laki-laki jaman sekarang. Semua itulah yang patut untuk kuperjuangkan sekuat hati. Ya. Aku memperjuangkan dan menunggumu, Mas :') Dalam waktuku bersimpuh dan bersujud menghadap-NYA, selalu kusebut namamu tentu saja setelah nama kedua orang tuaku dan adikku. Impianmu dan impianku, obsesimu dan obsesiku sama. Hanya ada beberapa perbedaan diantara kita. Kadang Aku merasa Aku tak pantas untukmu, Mas tapi kuserahkan semuanya pada Tuhan Semesta Alam.
Hemmm ya udah Mas, semoga kamu dapat "perempuan" yang sesuai kriteriamu itu. Kalaupun itu aku ya masih aku tunggu tindakanmu selanjutnya :)

No comments:

Post a Comment