Wednesday, 16 August 2017

Ketika Harapanmu Tak Sesuai Dengan Realita

Sebelumnya, aku mau minta maaf kalau dipostingan ini ada yang merasa tersindir. Karna memang tidak ada maksud untuk itu.

Sebenarnya Aku lelah.
Teramat lelah.
Lebih teptnya psikologisku yang lelah.
Ya lelah.
Lelah dan putus asa melihat teman-temanku sudah mendapatkan pekerjaan yang permanen, yang sesuai dengan harapan mereka.
Bukan maksudku untuk iri kepada kesuksesan mereka.
Aku hanya marah pada diriku sendiri.
Aku sedih melihat diriku seperti sekarang ini.
Belum bisa memberikan apa yang orang tuaku inginkan.
Belum bisa berbuat banyak demi kesenangan dan kebahagiaan mereka sebagaimana teman-temanku membahagiakan orangtuanya.

Aku yang teledor membiarkan kesempatan-kesempatan besar yang datang padaku pergi begitu saja.
Aku yang secara tidak sadar membiarkan diriku melakukan kesalahan yang berimbas pada hilangnya kesempatan kerja itu.

Mau jadi apa aku?

Mungkin ada hikmahnya.
Aku bisa jadi tahu siapa saja yang masih ada disaat aku seperti ini. Aku yang kembali ada di roda kehidupan terbawah.

Semoga saja aku bisa mengayuh roda kehidupan ini lebih keras agar bisa berputar ke atas

No comments:

Post a Comment