Monday, 9 December 2013

Aku penonton dan Kamu pemain utama

Melepasmu ke udara. Seperti melepas semua ingatanku tentang kamu. Melepas semua memori itu. Melepasmu ke udara. Berat. Tak seperti melepas orang-orang sebelummu.
Ada haru, ada kebahagiaan, ada kesedihan, ada cemburu dan ada rasa iri.
Ceritamu memang seperti kisah sinetron. Kamu sebagai pemain dan aku sebagai penonton. Ya hanya penonton.
Kamu. Pemain yang memperjuangkan cintamu. Memperjuangkan kisah cintamu beberapa bulan yang lalu. Kamu kembali kepada orang yang dulu memutuskan semuanya. Kamu masih memberikan separuh hatimu untuknya meskipun kamu berucap tak ada rasa apapun padanya tapi sorot matamu berbeda dan aku? Aku hanya sebagai penonton yang bodoh yang berusaha merebut separuh hati yang kamu berikan untuknya. Yang berusaha menjadi pemain utama padahal nyatanya aku hanya sebagai penonton yang terlalu bermimpi.
Sia-sia aku menunggumu. Sia-sia aku peduli padamu. Sia-sia usahaku menyembuhkan lukamu. Belum sempat aku mengenalmu Belum sempat kita dekat tapi kamu sudah pergi terlebih dahulu. Bahkan sebelum kamu tau seberapa besar rasa ini untukmu. Ah betapa bodohnya aku. Bodoh. Bagaimana mungkin aku mendapatkan hatimu jika kita belum saling mengenal.
Dia sakit. Dia yang dulu memutuskan semuanya kini sakit. Dia si pemeran antagonis dan kamu si pemeran protagonis tetap rela menunggu, tetap rela merawat dia yang kini masih kamu sayang. Tetap rela merawat dia. Menunggui dia di rumah sakit. Bukan hanya dia yang kini sakit tapi ada aku si penonton yang kini juga sakit. Bukan sakit raga tapi sakit hati. Terluka. Ya aku sekali lagi harus berusaha menyembuhkan luka ini sendiri. Tanpa bantuan siapapun. Tanpa bantuanmu. Siapalah aku di matamu? Aku hanya sebagai penonton kisah kasihmu.
Bohong memang kalau aku berucap ikhlas karna sebenarnya aku memang tak ikhlas. Tak ikhlas kamu kembali pada orang yang dulu membuatmu sakit. Kamu terlalu baik untuknya. Kamu terlalu baik untuk orang sepertinya. Tapi ya sudahlah, itu sudah keputusanmu. Semoga kalian mendapatkan apa yang kalian berdua mau. Semoga kalian berdua bisa meyakinkan bapak, ibunya dan ibumu. Semoga kisah kalian berjalan lancar.

Yogyakarta
untukmu Sang Pemain Utama
Madiun

No comments:

Post a Comment