Ya, langit Jogja tak pernah berkata dusta.
Ia selalu berwarna seperti apa yang tengah dirasakan para penghuninya.
Selalu indah dan bercerita.
Menjadi saksi dari setiap hal yang terjadi di bawahnya. Para penghuninya yang punya berbagai macam cerita. Warna-warni bagai warna pelangi.
dan itu termasuk kamu dan ceritamu yang ada di dalamnya, di dalam warna pelangi Jogja.
Ya. Rasa sayang takkan pernah berdusta seperti halnya langit. Walapun mungkin Aku takkan mampu sepenuhnya mendeskripsikan seperti apa Kamu. Ya karna Aku belum sepenuhnya mengenalmu. Aku tahu kemungkinan kita untuk bersama itu tipis. Tipis sekali. Aku tahu itu tapi aku entah apa dan entah mengapa ada sesuatu yang meyakinkanku untuk terus maju.
Terlepas dari semua itu, semua ceritamu itu selalu menarik bagiku. Seperti lolipop besar bagi anak kecil dan kau tahu, anak kecil itu aku dan lolipop itu kamu, Mas.
Kamu, kurang lebih berumur 4-5 tahun lebih tua dariku. Tapi semua tersamarkan. Aku merasa seperti seumuran denganmu.
Kamu, mungkin tak tampan ataupun menawan.
Kamu, mungkin tak semanis lolipop maupun gulali.
Kamu, mungkin tak seindah pelangi dikala hujan.
Tapi kamu selalu menarik untuk orang sepertiku. Selalu indah, selalu manis seperti gulali. Tanpa syarat.
Kamu berbeda. Kamu berhasil membuat seorang anak kecil ini merasa penasaran. Padahal anak kecil ini tak pernah seperti ini. Tak pernah merasa penasaran. Hidupnya tak pernah berwarna seperti sekarang saat pertama kali ia mengenalmu.
Anak kecil tak berdaya ini harus memulai dari nol sekali untuk sekedar berkenalan denganmu.
Satu tahun yang lalu, ia melihatmu. Melihat kharismamu, melihat pesonamu, melihat segala sesuatu yang melekat padamu. Ah indah sekali, batin anak kecil itu.
Walaupun hatimu kini terluka dan kau berusaha mengobatinya tapi aku sebagai anak kecil itu tak peduli. Aku hanya peduli pada hatimu itu. Aku selalu bersedia menyembuhkan lukamu, membersihkan serpihan-serpihan itu, mengobati hatimu sebisa yang kulakukan untukmu. Aku bersedia. Bahkan Aku selalu merasa ada kupu-kupu yang terbang di perutku, di pikiranku dan di hatiku. Geli-geli. Sudah lama Aku tak merasakannya. Seperti apapun Kamu, bagiku Kamu tetaplah gulali, tetaplah lolipop dan tetaplah pelangi di kala hujan. Selalu indah dan selalu manis.
No comments:
Post a Comment