Mengeluh mungkin tiada gunanya bagiku. Hanya bisa bersabar bersabar dan bersabar hingga aku tak merasakan rasanya kesabaran itu seperti apa. Hanya bisa diam diam dan diam dan memendam semua amarah ini sendiri. Bukan amarah lebih tepatnya. Hanya sebuah kekecewaan. Kecewa karna tak ada yang bisa mengerti keadaanku. Bukan hanya aku tapi juga orang lain tentunya. Terdengar egois memang namun lebih egois jika tak mendengarkan keluh kesah pendapat orang lain. Setidaknya jika mendengarkan itu lebih baik daripada melihat maka dengarkanlah dan renungkanlah. Sama-sama dewasa namun apakah kedewasaan itu hanya bisa dilihat dari banyaknya umur kita? Apakah kedewasaan itu dilihat dari tahun lahir kita dan apakah kedewasaan itu dilihat dari wajah kita? Tentu tidak menurutku. Kedewasaan adalah suatu proses dimana kita berubah menjadi pribadi yang lebih baik, pribadi yang mau mengerti keadaan orang lain, pribadi yang bukan hanya mementingkan diri sendiri, pribadi yang selalu mempertimbangkan akibat dari setiap hal yang dilakukan dan pribadi yang mau mengayomi orang lain serta siap menerima segala kritik yang diberikan oleh orang lain. Pikirkan setiap hal yang semestinya akan kita lakukan.
Tolong mengertilah aku. Tolong berubahlah menjadi dewasa. Jangan lagi bersikap seolah-olah kita ini anak kecil yang masih bermain dengan boneka kita. Sabarkan hati ini Tuhan, sabarkan hati ini dalam menghadapi mereka. Namun kesabaran ini juga terbatas. Kesabaran ini punya ujung. Kesabaran ini tak sebesar energi matahari dalam menyinari jagat raya. Kesabaran hati ini berkata kapan kalian akan berubah? Kapaaann?
yang kalian lupakan
:'(
No comments:
Post a Comment