Naya...
Aku senang bisa mengenal orang
seperti dirimu. Kamu adalah orang yang dapat megajarkan padaku betapa indahnya
dunia dan indahnya hidup yang Tuhan berikan padaku. Mungkin malam ini malam
terakhir aku bisa bertemu denganmu karna besok aku akan pergi ke Singapura
untuk menjalani pengobatan. Kutitipkan cahaya terang yang dapat menerangi hatimu
beserta bintang dan cinta yang kuberikan agar kamu dapat slalu mengingatku dan
tidak merasa kesepian. Aku minta maaf jika sebelumnya aku tidak memberitahumu
mengenai penyakit yang aku derita karna
aku tidak ingin membuatmu sedih dan khawatir. Aku juga tidak akan memaksamu
untuk selalu mengingatku. Aku harap suatu hari nanti kita bisa bertemu kembali
dan aku mohon kamu jangan pernah bersedih selama ku pergi.
. Bintang
Tanpa
terasa aku neneteskan air mata. Jadi ini maksud dari semuanya. Bintang kertas
yang ia berikan ternyata sebuah pertanda darinya. Sebenarnya aku ingin mencegah
Bintang pergi namun aku sadar ini semua demi kebaikannya dan kini aku
kehilangan Bintang untuk yang kedua kalinya.
Aku
mendapatkan beasiswa dari sekolah untuk melanjutkan pendidikanku ke Singapura
tepatnya di fakultas kedokteran National University of Singapore (NUS) saat aku lulus dari SMA satu
tahun setelah kepergian Bintang. Aku harap aku dapat bertemu dengannya di
Singapura. Satu bulan setelah hari kelulusanku aku hijrah ke negeri singa untuk
melanjutkan pendidikanku. Disini aku tinggal di apartemen dekat kampus. Saat
aku akan tidur, seseorang mengetuk pintu apartemenku. Kubuka pintu dan betapa
kagetnya aku melihat...
“Bintang
? kamu....” ucapku kaget. “Kamu udah sembuh ?”
“Iya,
nay..aku udah sembuh.”
“Tapi
darimana kamu tahu kalau aku tinggal disini ?”
“Om
ku adalah dosen yang mengajarmu di NUS. Aku juga pernah melihatmu disana saat
aku menemui om ku. Aku bertanya dan beliau menjawab kalau itu adalah Naya, seorang
mahasiswi dari Indonesia yang berbakat dan cerdas. Beliau juga yang
memberitahuku bahwa kamu tinggal di sini. Aku masih menyimpan ini dan berharap
aku bisa menemuimu lagi. Apa kamu masih menyimpan dua bintang dariku ?” ucapnya
sambil menunjukan bintang kertas bertuliskan Naya padaku. “Ya, aku masih
menyimpannya,” jawabku serak karna terharu.
Ternyata Bintang masih
mengingatku dan merasakan perasaan yang sama denganku. Kini dia dan aku
sama-sama berada di negeri singa ini untuk menuntut ilmu. Hanya bedanya kalau
aku di NUS dan Bintang ada di Nangyang Technologycal University (NTU). Aku juga
telah mengetahui alasannya pergi ke Singapura. Ternyata disini Bintang
menjalani operasi pengangkatan tumor yang cukup ganas yang bersarang di perut
sebelah kirinya selama beberapa tahun terakhir dan dokter menyatakan dia sembuh
total dari penyakitnya. Kini Bintangku yang slama ini menghilang kembali
bersinar terang menerangi setiap sudut ruang hatiku yang sempat gelap. Jangan
pergi lagi Bintang. Tetaplah slalu ada disini.
No comments:
Post a Comment