Saturday, 1 December 2012

Jangan Pergi Lagi, Bintang Part 4 End

Perasaan senang kini menyelimutiku. Kulihat bintang-bintang berkelap-kelip seolah ikut senang dengan apa yang aku alami. Aku mengambil bintang yang diberikan oleh Bintang tadi namun aku merasa ada yang aneh dengan Bintang. Dua hari Bintang tidak masuk sekolah tapi kenapa malam ini dia rela datang ke rumahku hanya untuk memberikan Bintang kertas ini ? wajahnya juga tampak pucat meski aku tak begitu jelas melihatnya. Sekali lagi kulihat Bintang Kertas kedua darinya. Ternyata bintang ini berbeda dengan bintang pertama yang ia berikan. Bintang Kertas ini ternyata bisa dibuka. Aku menemukan sebuah kertas berwarna biru muda, warna kesukaanku. Kubuka kertas itu dan kubaca.


                Naya...
            Aku senang bisa mengenal orang seperti dirimu. Kamu adalah orang yang dapat megajarkan padaku betapa indahnya dunia dan indahnya hidup yang Tuhan berikan padaku. Mungkin malam ini malam terakhir aku bisa bertemu denganmu karna besok aku akan pergi ke Singapura untuk menjalani pengobatan. Kutitipkan cahaya terang yang dapat menerangi hatimu beserta bintang dan cinta yang kuberikan agar kamu dapat slalu mengingatku dan tidak merasa kesepian. Aku minta maaf jika sebelumnya aku tidak memberitahumu mengenai penyakit  yang aku derita karna aku tidak ingin membuatmu sedih dan khawatir. Aku juga tidak akan memaksamu untuk selalu mengingatku. Aku harap suatu hari nanti kita bisa bertemu kembali dan aku mohon kamu jangan pernah bersedih selama ku pergi.
.                                                                                                                       Bintang 

            Tanpa terasa aku neneteskan air mata. Jadi ini maksud dari semuanya. Bintang kertas yang ia berikan ternyata sebuah pertanda darinya. Sebenarnya aku ingin mencegah Bintang pergi namun aku sadar ini semua demi kebaikannya dan kini aku kehilangan Bintang untuk yang kedua kalinya.  
            Aku mendapatkan beasiswa dari sekolah untuk melanjutkan pendidikanku ke Singapura tepatnya di fakultas kedokteran National University of  Singapore (NUS) saat aku lulus dari SMA satu tahun setelah kepergian Bintang. Aku harap aku dapat bertemu dengannya di Singapura. Satu bulan setelah hari kelulusanku aku hijrah ke negeri singa untuk melanjutkan pendidikanku. Disini aku tinggal di apartemen dekat kampus. Saat aku akan tidur, seseorang mengetuk pintu apartemenku. Kubuka pintu dan betapa kagetnya aku melihat...
            “Bintang ? kamu....” ucapku kaget. “Kamu udah sembuh ?”
            “Iya, nay..aku udah sembuh.”
            “Tapi darimana kamu tahu kalau aku tinggal disini ?”
            “Om ku adalah dosen yang mengajarmu di NUS. Aku juga pernah melihatmu disana saat aku menemui om ku. Aku bertanya dan beliau menjawab kalau itu adalah Naya, seorang mahasiswi dari Indonesia yang berbakat dan cerdas. Beliau juga yang memberitahuku bahwa kamu tinggal di sini. Aku masih menyimpan ini dan berharap aku bisa menemuimu lagi. Apa kamu masih menyimpan dua bintang dariku ?” ucapnya sambil menunjukan bintang kertas bertuliskan Naya padaku. “Ya, aku masih menyimpannya,” jawabku serak karna terharu.
            Ternyata Bintang masih mengingatku dan merasakan perasaan yang sama denganku. Kini dia dan aku sama-sama berada di negeri singa ini untuk menuntut ilmu. Hanya bedanya kalau aku di NUS dan Bintang ada di Nangyang Technologycal University (NTU). Aku juga telah mengetahui alasannya pergi ke Singapura. Ternyata disini Bintang menjalani operasi pengangkatan tumor yang cukup ganas yang bersarang di perut sebelah kirinya selama beberapa tahun terakhir dan dokter menyatakan dia sembuh total dari penyakitnya. Kini Bintangku yang slama ini menghilang kembali bersinar terang menerangi setiap sudut ruang hatiku yang sempat gelap. Jangan pergi lagi Bintang. Tetaplah slalu ada disini.

No comments:

Post a Comment